REI MANDIRI PROPERTY EXPO 2018 Relaksasi Loan to Value Tingkatkan Pertumbuhan Sektor Properti

REI MANDIRI PROPERTY EXPO 2018 Relaksasi Loan to Value Tingkatkan Pertumbuhan Sektor Properti

Jakarta, 25 November 2018Selain menghadirkan proyek perumahan di berbagai wilayah di Indonesia, gelaran REI Mandiri Property Expo 2018 juga menghadirkan sesi talkshow yang membahas berbagai isu seputar perumahan. Sesi talkshow ini terbuka bagi para pengunjung yang datang ke pameran dan menjadi rujukan tambahan bagi para pengunjung sebelum memilih rumah idaman mereka. Salah satu tema yang dibahas pada sesi talkshow di gelaran REI Mandiri Property Expo 2018 adalah mengenai “Loan to Value” atau LTV.

 

Rasio LTV adalah rasio yang digunakan untuk menentukan nilai kredit yang dapat diberikan bank kepada nasabah yang ingin mengajukan pinjaman untuk pembelian rumah. Pada pertengahan September 2018, Bank Indonesia resmi mengeluarkan aturan teknis terkait LTV. Bank Indonesia menyatakan kebijakan relaksasi atau pelonggaran LTV diambil mengingat kondisi perekonomian nasional yang meliputi pertumbuhan kredit dan pembiayaan properti masih berada pada fase akselerasi. Di sisi lain, penyediaan dan permintaan produk properti terutama di kelas menengah terus mengalami peningkatan. Risiko kredit dan pembiayaan di sektor properti selama ini juga relatif terjaga dengan baik.

 

Menurut Ignesjz Kemalawarta, Wakil Ketua Umum Bidang Perundang-undangan dan Regulasi Properti DPP REI, relaksasi LTV bisa mendorong pertumbuhan sektor properti karena memungkinkan perbankan untuk lebih fleksibel dalam menentukan kebijakan terkait LTV. Semakin longgar rasio LTV yang diberikan, semakin kecil uang muka yang harus disediakan konsumen dan ini diharapkan akan mendorong daya beli masyarakat di sektor properti.

 

Pada gelaran REI Mandiri Property Expo 2018, Bank Mandiri melalui program KPR Milenial bahkan memberikan kelonggaran berupa uang muka 0 persen bagi nasabah Mandiri. Melalui KPR Milenial Bank Mandiri berusaha memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi generasi milenial untuk memiliki rumah. Generasi milenial menjadi target pasar yang cukup potensial karena diperkirakan pada tahun 2020 mendatang, akan muncul sekitar 1 miliar konsumen baru yang terdiri dari kaum muda atau generasi milenial di seluruh dunia termasuk Indonesia.

 

Kebijakan LTV yang dikeluarkan Bank Indonesia diharapkan juga memberi angin segar bagi para pengembang dan perbankan. Terkait LTV dan kaitannya dengan generasi milenial, Ignesjz menyarankan perbankan untuk mempertahankan tingkat suku bunga yang menarik bagi kaum milenial. Selain itu, industri juga perlu menghadirkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kaum milenial. Terkait sektor properti, ia menyatakan ada pergeseran kebutuhan misalnya dari ruang kantor yang cenderung kotak dan kaku menjadi co-working space atau ruang kantor yang lebih fleksibel. Generasi milenial dikenal menginginkan hal yang lebih praktis dan mudah. Hal ini perlu diperhatikan oleh para pengembang yang menargetkan generasi milenial sebagai pasar prospektif mereka.

 

Pada Sabtu (24/11) kemarin, area pameran REI Mandiri Property Expo 2018 juga dihadiri oleh para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta. Mereka hadir sebagai bagian dari generasi milenial yang menjadi target pasar sektor properti. Kehadiran mereka memberikan kesempatan kepada para peserta pameran untuk menjelaskan produk properti yang ditawarkan. Saat mengikuti talkshow yang digelar pada pameran kali ini, mereka terlihat cukup antusias mengikuti penjelasan yang diberikan oleh narasumber. Mereka terlihat tertarik mengetahui jenis properti apa yang sesuai dengan kemampuan mereka, apakah properti vertikal atau landed house.

 

Gelaran REI Mandiri Property Expo 2018 diharapkan dapat mendorong semangat pasar agar kembali bergairah. Sesi talkshow yang digelar sepanjang pameran diharapkan bisa memberikan pengetahuan positif bagi para calon pemilik rumah dalam menentukan rumah idaman sesuai dengan kemampuan keuangan mereka. Pertumbuhan di sektor properti yang memiliki efek pengganda pada gilirannya akan ikut pula mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.