International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference 2017 Waralaba Agro Untuk Stabilisasi Harga Pangan

International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference 2017 Waralaba Agro Untuk Stabilisasi Harga Pangan

 

International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference 2017

Waralaba Agro Untuk Stabilisasi Harga Pangan

 

Jakarta, 20 Mei 2017Waralaba sebagai sebuah gerakan ekonomi dinilai sangat cocok untuk dikembangkan di Indonesia. Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) selaku penyelenggara IFRA 2017, Anang Sukandar, berulang kali menyatakan bahwa Indonesia memiliki berbagai kekayaan yang bisa dieksplorasi dan dikembangkan melalui waralaba, di luar bidang kuliner.

 

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Tjahya Widayanti, dalam sambutannya saat membuka IFRA 2017 mengatakan salah satu bidang yang bisa menjadi pilihan untuk dikembangkan adalah waralaba agribisnis.

 

“Tugas Kementerian Perdagangan salah satunya adalah stabilisasi harga pangan. Jika kita bisa mewujudkan waralaba di bidang agro, hal ini bisa mengatasi masalah yang kita hadapi. Dengan adanya waralaba agro, diharapkan tidak ada lagi masalah terkait ketiadaan stok pangan, harga naik, dan lain-lain,” ujarnya. Ia mengatakan pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut dengan AFI mengenai pengembangan waralaba ini.

 

Lebih lanjut ia mengatakan pemerintah terus menunjukkan komitmen untuk mendorong perekonomian melalui berbagai paket kebijakan. Paket kebijakan yang telah digulirkan pemerintah berhasil membuat inflasi di Indonesia relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. “Pertumbuhan ekonomi kita pada triwulan pertama tahun ini naik 5,01% dibanding periode yang sama tahun lalu. Inflasi kita dalam beberapa tahun terakhir cukup stabil dan ini menunjukkan daya beli konsumen cukup kuat,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, mengatakan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, pengembangan bisnis franchise ke depannya juga akan semakin meningkat. Ia mengatakan masih banyak potensi franchise di daerah yang bisa dikembangkan agar bisa semakin dikenal oleh masyarakat. “Kita memiliki banyak potensi waralaba yang bisa dikembangkan di luar bidang makanan dan minuman, termasuk para pelaku UMKM di daerah. Kehadiran IFRA kami harap bisa mengangkat pelaku UMKM melalui kegiatan franchise,” ujar Wayan Dipta. 

 

Investasi Pintar Waralaba

Pada hari Jumat (19/5), pameran IFRA juga menghadirkan seminar mengenai investasi di bisnis waralaba menggunakan uang pensiun atau untuk mereka yang tertarik pensiun dini. Salah satu hal yang perlu diingat adalah untuk selalu memilih bidang yang sesuai dengan ketertarikan para calon pebisnis waralaba. Pintar memilih waralaba menjadi bagian penting bagi kesuksesan bisnis waralaba pemula.

 

Selain itu, investasi waralaba menggunakan uang pensiun harus dilakukan secara pintar. Sesuaikan jenis investasi dengan modal yang dimiliki dan sebaiknya tidak menggunakan seluruh uang pensiun di satu bidang investasi. IFRA 2017 yang digelar pada 19 – 21 Mei 2017 menjadi pilihan tepat bagi para calon pebisnis waralaba untuk mencari tahu mengenai berbagai peluang usaha waralaba yang bisa mereka jalani. Mereka bisa memilih satu atau beberapa pilihan waralaba dari sekitar 350 merek waralaba dan 150 perusahaan yang hadir meramaikan IFRA 2017.

 

Jangan lewatkan pula kesempatan untuk menambah pengetahuan terkait bisnis waralaba dan berbagai aspeknya melalui program Talkshow, Workshop, dan Seminar yang digelar sepanjang pameran berlangsung.

 

***