International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference 2017 Apresiasi IFRA Bagi Pendukung Bisnis Waralaba Tanah Air

International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference 2017 Apresiasi IFRA Bagi Pendukung Bisnis Waralaba Tanah Air

Jakarta, 26 Mei 2017 – Perhelatan International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) resmi berakhir hari Minggu (22/05) lalu. Pameran yang berlangsung selama 3 hari ini berjalan meriah dengan hadirnya 150 perusahaan dengan 350 merek. Selain itu, program seminar dan pendukung lainnya mendapatkan atensi hangat dari para peserta dan pengunjung.

 

Pada hari terakhir kemarin, IFRA menghadirkan seminar tentang “Tips Membeli Waralaba untuk Pensiun Dini”,  yang mengupas bagaimana calon investor jangan hanya tergiur dengan janji-janji manis yang ditawarkan franchisor, namun juga perlu mengenali pengalaman dan kendala yang dihadapi sebuah waralaba. “Dalam memilih waralaba kita perlu mencermati waralaba mana yang memiliki sustainability yang stabil. Selain itu, kita perlu mempersiapkan dana cadangan sebesar 12 bulan biaya hidup sebelum memulai bisnis, untuk mengantisipasi jika terjadi kerugian saat berbisnis,” jelas Utomo Njoto dari FT Consulting.

 

Hal lain yang disarankan oleh Asti Wasiska, pakar Konsultan Hukum & HKI, adalah untuk segera mendaftarkan produk atau jasa yang telah dibuat atau dimiliki. “Karena sering terjadi, justru pencipta barang atau jasa terkena somasi dari pihak lain, yang lebih dulu mendaftarkan produk atau jasa tersebut sebagai hak paten miliknya. Hal ini tentu sangat merugikan sang pencipta, baik secara material maupun keberlangsungan bisnis waralabanya,” ungkap Asti.

 

Rangkaian diskusi yang diulas pada IFRA mendapatkan tanggapan positif dari peserta. Abdul Rahman salah seorang peserta asal Jakarta mengapresiasi berjalannya IFRA dari tahun-ke tahun. “Saya sudah dua kali hadir di IFRA. Walaupun saya tidak bisa mengikuti semua sesi diskusi, namun saya banyak mendapatkan manfaat dari sesi yang saya ikuti. Pada saat  berdiskusi langsung dengan ahlinya, saya merasa mendapatkan semangat baru untuk tetap konsisten menjalankan bisnis waralaba saya,” terang Abdul.

 

Sebagai bentuk apresiasi kepada generasi muda, IFRA kembali mengadakan The 2nd IFRApreneur Business Concept Compititon 2017. Setelah melewati berbagai proses penjurian, konsep bisnis  Emeryss dari Prasetya Mulia Business School berhasil menjadi pemenang pertama, sementara pemenang kedua adalah Ethos dari Swiss German University, dan pemenang ketiga diraih Mirae Craft dari Prasetya Mulia Business School.

 

IFRA 2017 juga memberikan penghargaan ‘The Best Advertisement’ kepada Bimbel Tiki Taka, dengan nominasi lainnya yaitu Apotek K24 dan Barberbox. Untuk ‘The Best Booth Design’, Modena berhasil keluar sebagai pemenang dengan dua finalis lain yaitu Lion Superindo dan NAV Karaoke. Sementara untuk transaksi tertinggi pada IFRA 2017 dipegang oleh Golden Martabak dan Mr. Montir.

 

“Kami berharap penyelenggaraan IFRA tahun ini bisa memberikan manfaat dan merangsang masyarakat untuk lebih berani dan terfasilitasi menjadi pengusaha waralaba. Konsep bisnis ini dinilai sangat cocok dengan Indonesia karena masyarakat Indonesia sejak lama telah terbiasa dengan usaha sendiri,” jelas Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia.

 

Anang juga menekankan bahwa konsep waralaba merupakan bentuk dari ekonomi kerakyatan dan bisa menjadi agen pemerataan ekonomi. “Saat ini, sekitar 70-80 persen kegiatan ekonomi berada di usaha mikro, kecil dan menengah. Seseorang yang membuka usaha waralaba dan berhasil mengembangkan usaha tersebut bisa naik kelas secara ekonomi. Selain meningkatkan perekonomian pelaku atau pemilik usaha waralaba, perkembangan usaha tersebut juga sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Secara singkat bisa dikatakan bahwa waralaba merupakan bisnis yang dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” tambah Anang.


Anang juga menjelaskan pada IFRA 2017 ini berhasil menarik pengunjung 14.511 selama tiga hari pameran, dan menghasilkan transaksi senilai Rp 620.541.575.000


 

***