Indonesia Bird Con 2019: Pameran Industri Burung Pertama Kali Digelar di Indonesia

Indonesia Bird Con 2019: Pameran Industri Burung Pertama Kali Digelar di Indonesia

Press Release

 

Indonesia Bird Con 2019: Pameran Industri Burung Pertama Kali Digelar di Indonesia


                Jakarta, 10 Januari 2019 – Berawal dari hanya sekedar hobi, dewasa ini ternak burung menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia, terutama roda ekonomi kerakyatan. Pergerakan tersebut dapat dilihat baik dari sisi jual-beli burung, penangkaran, pakan, sangkar dan obat-obatan, serta kegiatan komunitas para pecinta burung. Dengan besarnya peluang industri dan banyaknya peminat yang semakin bertambah di tahun 2019 ini, PT Dyandra Promosindo bekerjasama dengan Finchers Yogyakarta (pecinta burung Finch) akan segera menyelenggarakan Indonesia Bird Con 2019 (IBC 2019). IBC 2019 yang pertama kali diselenggarakan ini mengusung tagline “The First Bird Show in Indonesia” dan bertujuan untuk mewadahi para produsen, distributor, peternak dan juga penghobi burung kicau & beauty se-Indonesia. Sesuai dengan tagline tersebut, IBC 2019 diharapkan dapat menunjang program Pemerintah untuk menggalakkan sektor perekonomian, khususnya ekonomi kreatif skala mikro kecil-menengah. Karena itu, IBC 2019 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga akan memberikan unsur investasi dan informasi bagi para pecinta burung sekaligus memberikan edukasi terhadap pengunjung yang awam terhadap industri tersebut.

                IBC 2019 akan digelar untuk pertama kalinya pada tanggal 1-3 Maret 2019 bertempat di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Dengan latar belakang acara yang memiliki 5 unsur, yaitu Edukasi, Rekreasi, Ekshibisi, Investasi dan Advokasi yang akan disuguhkan setiap harinya menjadikan IBC 2019 sebagai pameran yang wajib dikunjungi. Dikarenakan luasnya industri ini, IBC 2019 akan melibatkan berbagai pihak, baik dari sisi produsen yang memproduksi produk seperti pakan ternak, sangkar, aksesoris, bahkan juga didukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.

                Target IBC 2019 selama tiga hari pelaksanaannya adalah 30.000 pengunjung dengan jumlah transaksi sebesar Rp 13,5 Milyar. Tentunya, IBC 2019 akan memberikan peluang seluas-luasnya bagi para pecinta burung dan masyarakat luas. Dan dengan adanya sarana yang disediakan di pameran ini, IBC 2019 diharapkan bisa menjadi wadah bertukar informasi yang efektif.

               Dari segi edukasi, IBC 2019 akan menghadirkan pakar budgie dari Chile, Bob Wilson, dan pakar finch dari Belanda, yakni Bill Salomon. Talkshow terkait dengan jenis burung yang sedang populer ini akan dibahas oleh kedua pakar tersebut sesuai dengan tema pameran. Melalui talkshow ini, para audiens diharapkan dapat lebih banyak mengenal aplikasi perawatan dan budidaya ternak secara unggul dan efektif. Pengenalan brand para peserta ekshibisi dari industri terkait yang berpartisipasi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta burung dan pengunjung lainnya, serta sebagai lahan bisnis/investasi yang berkelanjutan bagi para breeder yang datang. Tidak ketinggalan, diharapkan juga informasi terhadap perundangan-undangan perijinan terhadap penangkaran dan peternakan tentang jenis burung tertentu juga akan disampaikan secara detail kepada pengunjung.

                Menggandeng beberapa komunitas pecinta burung, seperti Kopata (Komunitas Parkit Yogyakarta), KLI (Komunitas Love Bird Indonesia), Indonesia Finch, Rajawali Indonesia, dan juga JFF (Jogja Free Fly), tentunya akan meramaikan IBC 2019 untuk mengajak pecinta burung berkompetisi dan menikmati acara yang telah disediakan, beberapa diantaranya yaitu Beauty Class, Singer Class, dan Free Fly class setiap hari-nya.

                Bagi pengunjung yang awam terhadap burung akan diberikan program-program menarik seperti undian berhadiah dari tiket masuk, lelang burung, dan juga photography exhibition yang menyuguhkan foto-foto terbaik di dunia burung. Historical exhibition yang disediakan sebagai informasi mengenai perkembangan dan sejarah dunia perburungan hingga sangat diminati sampai saat ini. Hal tersebutlah yang akan menjadikan IBC 2019 berbeda dengan pameran sejenis lainnya.

                Selain itu, IBC diwujudkan sebagai sarana rekreasi yang nantinya diharapkan menjadi salah satu destinasi setiap tahun untuk menunjang sektor pariwisata, khususnya Yogyakarta. Tidak menutup kemungkinan, ke depannya IBC ini bisa masuk ke dalam daftar pameran tahunan yang diincar oleh wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara.

                Untuk informasi lebih lengkap, dapat diakses melalui website www.indonesiabirdcon.com, fanpage Facebook indonesiabirdcon dan Instagram @indonesiabirdcon.